Tahun 2025 ini Rabu Abu jatuh di tanggal 5 Maret 2025. Rabu Abu merupakan tanda awal dimulainya masa Pra Paskah bagi umat Katolik. Kebetulan sekali di tahun 2025 ini, berbarengan dengan bulan Ramadhan bagi saudara-saudara kita yang muslim. Jadi mereka berpuasa, kita pun umat Katolik juga masuk dalam masa puasa dan pantang. Suatu kebetulan banget kan ya bisa puasa barengan. Meski sama-sama menjalankan puasa, tentu cara masing-masing tetap berbeda.
Puasa dalam gereja Katolik (arti yuridis) berarti makan kenyang hanya satu kali dalam sehari. Pantang (dalam arti yuridis) berarti memilih pantang daging, atau ikan atau garam, atau jajan, atau rokok. Bila dikehendaki masih bisa menambah sendiri puasa dan pantang secara pribadi, tanpa dibebani dengan dosa bila melanggarnya.
Orang Katolik wajib berpantang pada hari Rabu Abu dan setiap Jumat sampai Jumat Suci (Agung). Yang wajib berpantang adalah semua orang Katolik yang berusia empat belas (14) tahun ke atas. Sedangkan yang wajib berpuasa adalah semua orang Katolik yang berusia delapan belas (18) tahun ke atas hingga awal enam puluhan (60).
Ulasan mengenai ketentuan puasa dan pantang menurut Gereja Katolik saat ini tentu bisa diperoleh secara luas di media internet. Saya tidak akan membahasnya disini. Silakan menjelajahi sendiri informasi-informasi itu ya.
Nah, Perayaan Paskah dan masa Pra Paskah tahun 2025 ini bagi saya terasa lebih mengena. Mungkin karena saya sempat menjalani Kursus Evangelisasi Pribadi sebelumnya, sehingga pemaknaan terhadap masa Retret Agung ini terasa berbeda dan lebih mengena. Disebut Retret Agung karena dalam masa Pra Paskah ini, umat katolik diajak untuk melakukan gerakan berpuasa, berpantang, berdoa dan beramal. Ini adalah masa untuk kembali pada kasih ilahi Tuhan yang telah membuat karya keselamatanNya bagi umat manusia. Sesuai pula dengan tema APP dari Keuskupan Agung Semarang (KAS) tahun 2025, yakni Bersekutu dalam Doa, Pertobatan dan Pengharapan.
Proses pembelajaran selama di KEP (Kursus Evangelisasi Pribadi) itu benar-benar membantu saya mengenal pribadi Yesus secara lebih dekat dan akrab, dan hal ini membantu proses saya menjalin relasi dengan-Nya setelah hari-hari itu. Sekarang saya bisa merasakan gerak Roh Kudus dalam diri saya dengan lebih peka. Sehingga setiap hari, saya berusaha berjalan sesuai dan selaras dengan kehendak Tuhan dalam hidup saya. Terus terang rasanya lebih "ayem", lebih tenteram ketimbang hidup saya sebelumnya yang lebih mengandalkan logika dan kekuatan diri sendiri.
Makanya, Pra Paskah tahun 2025 ini saya lebih ingin melewatinya dengan banyak bermeditasi, berdoa, bertobat dan pembaharuan diri sendiri.
Selamat berpuasa buat teman-teman Muslim dan Selamat memasuki masa Pra Paskah-Retret Agung bagi sahabat-sahabat Kristiani. Semoga berkat Tuhan selalu beserta kita semua.
-silentia-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar